The Borobudur Temple

Assalamualaikum, rekk!! Piye kabare? Moga apik yo…. Amiin.

Sadurunge, sepurane wes suwe ora nggawe artikel maneh. Soale Mimin rada sibuk, hehehe…

Nah saiki, Mimin bakalan nggawe artikel tentang Mimin seng lunga nang candi Borobudur. Mimin bakal bahas tentang candi Borobudur. Tapi, Mimin bakal ngangggo basa Indonesia wae, jen isok dimengerti wong akeh.

GPL, Gapake lama, don’t take to long, ojok suwe-suwe, dan jangan lama-lama, ayo kita mulai!

Candi Borobudur dari bawah.

Pada tanggal 15 Desember 2019, Mimin pergi ke candi Borobudur di Yogyakarta, eh salah! Di Magelang maksudnya. Iyaaps, jutaan orang menyadari bahwa candi Borobudur terletak di Jogja, padahal Borobudur terletak di daerah Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Magelang.

Mengapa orang-orang (mungkin termasuk Anda, hihihi) berpikir Borobudur terletak di Jogja? Orang-orang berpikir begitu bisa jadi karena pemerintah Kabupaten Magelang kurang mempromosikan Borobudur, sehingga membuat orang-orang mengira Borobudur terletak di Jogja. Pemerintah Magelang harus lebih mempromosikan Borobudur. Menurut Mimin sih gitu…

Balik lagi ke candi Borobudur, candi Budhha terbesar di dunia dan bebentuk stupa ini masuk ke keajaiban dunia ke-9 guys. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Budhha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra guys.

Tidak ditemukan bukti tertulis yang menjelaskan siapakah yang membangun Borobudur dan apa kegunaannya. Waktu pembangunannya diperkirakan berdasarkan perbandingan antara jenis aksara yang tertulis di kaki tertutup Karmawibhangga dengan jenis aksara yang lazim digunakan pada prasasti kerajaan abad ke-8 dan ke-9. Diperkirakan Borobudur dibangun sekitar tahun 800 masehi. Kurun waktu ini sesuai dengan kurun antara 760 dan 830 M, masa puncak kejayaan wangsa Syailendra di Jawa Tengah, yang kala itu dipengaruhi Kemaharajaan Sriwijaya. Pembangunan Borobudur diperkirakan menghabiskan waktu 75 – 100 tahun lebih dan benar-benar dirampungkan pada masa pemerintahan raja pada tahun 825. Gitu guys sejarahnya….

Borobudur dari atas.

Candi ini terdiri dari 6 teras berbentuk persegi yang diatasnya terdapat 3 teras berbentuk lingkaran, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca budhha. Mungkin jumlahnya sudah berkurang karena banyak faktor, dari faktor iklim, hingga pelelangan ilegal kepada kolektor asing.

Stupa utama terletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini. Para ahli arkeologi menduga desain awal Borobudur adalah stupa tunggal di puncaknya. Hal ini berdasarkan temuan kaki stupa pada undakan Arupadhatu. Diduga, massa stupa raksasa yang luar biasa besar dan berat ini membahayakan tubuh dan kaki candi, sehingga perancang Borobudur memutuskan untuk membongkar stupa raksasa ini guys.

Salah satu arca Borobudur.

Selain Borobudur, terdapat beberapa candi Budhha dan Hindu di daerah ini.  Pada masa penemuan dan pemugaran di awal abad ke-20 ditemukan candi Buddha lainnya yaitu Candi Mendut dan Candi Pawon yang terbujur membentang dalam satu garis lurus. Awalnya diduga hanya suatu kebetulan, akan tetapi berdasarkan dongeng penduduk setempat, dulu terdapat jalan berlapis batu yang dipagari pagar langkan di kedua sisinya yang menghubungkan ketiga candi ini, gitu guys.

Halaman rumput Borobudur.

Untuk harga tiket masuknya, untuk dewasa dibanderol dengan harga Rp. 50.000,00 dan untuk anak-anak dibanderol dengan harga Rp. 25.000,00 alias setengah harga dari orang dewasa.

Ayo rek, ojok lali nang Borobudur!! Tempat e wapik, lokasine muantull buangett!! Wes pokoke ojok lali mrene!!

Pemandangan dari atas Borobudur.

Suwon rekk, wes gelem maca artikel Mimin. Moga Mimin isok nggawe artikel seng luwih bermanfaat kedepane, Amiin….

HATUR NUHUN, ASSALAMUALAIKUM.

 

Kontributor : Firdaus kelas 7

Pictured by : Firdaus