Museum Sasmitaloka A.H. Nasution

Assalamualaikum rekk!! Piye kabare? Apik toh….?? Sekarang Mimin akan cerita tentang rumah Bapak Abdul Haris Nasution yang berlokasi di Jl. Teuku Umar No. 40, RT. 1/RW.1, Gondangdia, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota. Rumah ini sekarang menjadi Museum A. H. Nasution atau tepatnya Museum Sasmitaloka Jenderal Besar DR. Abdul Haris Nasution.

Halaman rumah A.H. Nasution.

Museum ini terbuka untuk umum pada hari Selasa hingga hari Minggu dari pukul 08:00 sampai pukul 14:00  WIB. Setiap hari Senin museum ini ditutup untuk umum. Museum ini dibuka pertama kali pada 3 Desember 2008 sore oleh Susilo Bambang Yudoyono.

Dalam sambutannya, Presiden SBY mengatakan bahwa monumen sejarah ini akan menjadi kebanggaan para prajurit TNI serta bangsa Indonesia. ”Saya pahami, bahwa tentu tidak semua lintasan dan jejak pengabdian Nasution bisa diabadikan di museum ini. Tetapi, paling tidak ada tonggak-tonggak penting yang dapat dilihat oleh generasi muda kita, dan generasi muda TNI yang akan melanjutkan perjuangan bangsa,” SBY menambahkan.

Patung dada A.H. Nasution.

Dalam acara peresmian museum tersebut, juga dilakukan penyerahan Koleksi Museum Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution oleh Ibu Johana Sunarti Nasution, berupa Pita Tanda Jasa dan Penyerahan Kunci Monumen dan Museum PETA oleh Bapak Himawan Sutanto kepada Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo.

Museum ini semula adalah rumah  pribadi dari Pak Nasution yang ditempati bersama dengan keluarganya sejak menjabat sebagai KSAD tahun 1949 hingga wafat pada tanggal 6 September 2000. Selanjutnya keluarga Nasution pindah rumah pada tanggal 29 Juli 2008 sejak dimulainya renovasi rumah pribadi tersebut menjadi museum.

Di kediaman ini Jenderal Besar DR. Abdul Haris Nasution telah menghasilkan banyak karya juang yang dipersembahkan bagi kemajuan bangsa dan negara.

Pasukan Tjakrabirawa.

Di tempat ini pula pada tanggal 1 Oktober, 1965 telah terjadi peristiwa dramatis yang hampir merenggut nyawa Jenderal Besar DR. Abdul Haris Nasution. Pasukan Tjakrabirawa G-30S/PKI berupaya menculik dan membunuhnya, namun gagal. Dalam peristiwa tersebut, putri keduanya, Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, Kapten Anumerta Pierre Andreas Tendean gugur.

Patung A.H. Nasution.

Patung dihalaman rumah.

Didepan museum terdapat patung A. H. Nasution di tengah taman dengan 1:43.

Museum seluas 2.000 meter persegi tersebut, merupakan prasasti hidup dari kehidupan Jenderal Besar A.H. Nasution dan keluarga. ”Semoga museum ini akan menjadi mata air yang mengalirkan kiprah, memberikan arah, mengajak kebijakan dalam bertindak, berkelana untuk menemukan makna bagi generasi muda negeri ini. Mata air yang menumbuh suburkan keadilan kuantitatif dan kualitatif,” kata Bu Nas.

Pasukan Tjakrabirawa yang berkhianat.

Bekas tembakan di kamar Nasution.

Didalam museum ini juga ada miniatur-miniatur dari Rusia, model yang menunjukkan pasukan Tjakrabirawa yang akan menculik Pak Nasution, bekas tembakan dikamarnya, senjata yang dipakai Tjakrabirawa, hingga Pak Nasution kabur melompati pagar rumahnya.

Senjata di gudang senjata.

Untuk masuk ke museum ini, tidak dikenai biaya. Jadi Kalian bisa kesini berkali-kali guys….

 

Kontributor : Firdaus kelas 7

Pictured by : Firdaus